SELAMAT DATANG DI WEBSITE MY CREATION, SEMOGA BISA MEMBERIKAN INSPIRASI

Senin, 10 Oktober 2011

WAHYU DAN AKAL

WAHYU DAN AKAL

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mengikuti Mata Kuliah Ilmu Kalam
Semester Genap








Disusun oleh :
1. ARDI ANSYAH                      (1062004)
2. FAHRUDIN HIDAYAT        (1062204) 
3. REZA TRI ASSYABA           (1062484)
4. YENI PUJIATI                       (1062964)
5. NOPITA SARI                        (1062574)
6. VITA SILVIANI                     (1062894)
Prodi : Ekonomi Islam
Kelas : A
Semester : II (Dua)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) JURAI SIWO METRO
2011

KATA PENGANTAR

            Alhamadulillah, berkat rahmat dan ridho Allah, akhirnya pemakalah dapat menyelesaikan makalah kelompok ini tepat pada waktunya. Makalah yang menjadi salah satu syarat dalam memenuhi tugas perkuliahan Ilmu Kalam  ini diharapakan dapat memenuhi materi-materi pada silabi yang telah diberikan oleh dosen Ilmu Kalam.
            Dalam penulisan makalah ini, pemakalah mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Drs, Mat Jalil, M.Hum selaku dosen Ilmu Kalam yang telah memberikan kesempatan kepada pemakalah. Tak lupa pemakalah juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada kedua orang tua yang senantiasa mendoakan pemakalah dalam segala aktifitas, begitu juga kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan baik moril maupun spirituil.
            Pemakalah menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu pemakalah berharap kepada semua pihak saran dan krtik yang dapat membangun untuk perbaikan di kemdudian hari. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Amin.


Metro, Juni 2011
Penulis






DAFTAR ISI


Halaman Judul  .................................................................................................... .. i
Kata Pengantar ................................................................................................... . ii
Daftar Isi .............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang ............................................................................................ 1
1.2              Rumusan Masalah ....................................................................................... 2
1.3              Tujuan ........................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1       Karakteristik Wahyu ................................................................................... 3
2.2       Pentingnya Akal......................................................................................... . 3
2.3       Kekuatan Akal............................................................................................. 4
2.4       Kekuatan Wahyu......................................................................................... 4
2.5       Akal dan Wahyu Menurut Beberapa Aliran................................................. 5
           
BAB III PENUTUP
3.1       Kesimpulan ................................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 9









BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Puji syukur kepada Allah Rabb semesta alam yang telah banyak mencurahkan rahmat dan juga serta kasih sayangnya kepada penduduk bumi sehingga Islam masih menjadi pondasi yang kokoh dalam diri pribadi manusia. Shalawat serta salam tak lupa kita hadiahkan kepada nabi Muhammad SAW juga beserta para sahabatnya yang istiqomah memperjuangkan Islam, semua ini tiada lain adalah hasil dari akal dan wahyu yang selalu berdampingan dalam memberikan petunjuk kepada manusia itu sendiri, karena pemahaman yang baik akan melahirkan keistiqomahan, sudut pandang yang baik dan juga ahlak yang baik. Dan dengan akal jua manusia bisa menjadi ciptaan pilihan yang allah amanatkan untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini, begitu juga dengan wahyu yang dimana wahyu adalah pemberian allah yang sangat luar biasa untuk membimbing manusia pada jalan yang lurus.
Semua aliran teologi dalam islam baik Asy’ariyah, Maturidiyah apalagi Mu’tazilah sama-sama mempergunakan akal dalam menyelesaikan persoalan-persoalan teologi yang timbul dikalangan umat Islam perbedaan yang terdapat antara aliran-aliran itu ialah perbedaan derajat dalam kekuatan yang diberikan kepada akal, kalau mu’tazilah berpendapat bahwa akal mempunyai daya yang kuat, As’ariyah sebaliknya akal mempunyai daya yang lemah.
Akal dan wahyu adalah suatu yang sangat urgen untuk manusia, dialah yang memberikan perbedaan manusia untuk mencapai derajat ketaqwaan kepada sang kholiq, akal pun harus dibina dengan ilmu-ilmu sehingga mnghasilkan budi pekrti yang sangat mulia yang menjadi dasar sumber kehidupan dan juga tujuan dari baginda rasulullah SAW.
Semua aliran juga berpegang kepada wahyu , dalam hal ini yang terdapat pada aliran tersebut adalah hanya perbedaan dalam intrpretasi. Mengenai teks ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits, perbedaan dalam interpretasi inilah, sebenarnya yang menimbulkan aliran-aliran yang berlainan itu tentang akal dan wahyu. Hal ini tak ubahnya sebagai hal yang terdapat dalam bidang hukum Islam atau fiqih.

1.2              Rumusan Masalah
Berdasarkan judul makalah di atas yaitu Akal dan Wahyu, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimanakah karakteristik Wahyu ?
2.      Apakah pentingnya Akal?
3.      Bagaimanakah kekuatan Akal?
4.      Bagaimanakah kekuatan Wahyu?
5.      Bagaimanakah Akal dan Wahyu menurut beberapa Aliran

1.3              Tujuan

Di dalam penulisan makalah ini ada beberapa tujuan yang sengaja pemakalah tulis agar dapat diterima dan dipahami sesuai dengan yang diharapakan, di antaranya adalah :
1.      Mengetahui karakteristik wahyu
2.      Mengetahui pentingnya akal
3.      Mengetahui kekuatan akal
4.      Mengetahui kekuatan wahyu
5.      Mengetahui akal dan wahyu menurut beberapa aliran

BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Karakteristik Wahyu
1. Wahyu baik berupa Al-qur’an dan Hadits bersumber dari tuhan, Pribadi nabi Muhammad yang menyampaikan wahyu ini, memainkan peranan yang sangat penting dalam turunnya wahyu.
2. Wahyu mmerupakan perintah yang berlaku umum atas seluruh umat manusia, tanpa mengenal ruang dan waktu, baik perintah itu disampaikan dalam bentuk umum atau khusus.
3. Wahyu itu adalah nash-nash yang berupa bahasa arab dengan gaya ungkap dan gaya bahasa yang berlaku.
4. Apa yang dibawa oleh wahyu tidak ada yang bertentangan dengan akal, bahkan ia sejalan dengan prinsip-prinsip akal.
5. Wahyu itu merupakan satu kesatuan yang lengkap, tidak terpisah-pisah.
6. Wahyu itu menegakkan hukum menurut kategori perbuatan manusia. baik perintah maupun larangan.
7. Sesungguhnya wahyu yang berupa al-qur’an dan as-sunnah turun secara berangsur-angsur dalam rentang waktu yang cukup panjang.
2.2       Pentingnya Akal
1.  Akal menurut pendapat Muhammad Abduh adalah sutu daya yang hanya dimiliki manusia dan oleh karena itu dialah yang memperbedakan manusia dari mahluk lain.
2.  Akal adalah tonggak kehidupan manusia yang mendasar terhadap kelanjutan wujudnya, peningkatan daya akal merupakan salah satu dasar dan sumber kehidupan dan kebahagiaan bangsa-bangsa.
3.  Akal adalah jalan untuk memperoleh iman sejati, iman tidaklah sempurna kalau tidak didasarkan akal iman harus berdasar pada keyakinan, bukan pada pendapat dan akalah yang menjadi sumber keyakinan pada tuhan.
2.3       Kekuatan Akal
1. Mengetahui tuhan dan sifat-sifatnya.
2. Mengetahui adanya hidup akhirat.
3. Mengetahui bahwa kebahagian jiwa di akhirat bergantung pada mengenal tuhan dan berbuat baik, sedang kesngsaran tergantung pada tidak mengenal tuhan dan pada perbuatan jahat.
4. Mengetahui wajibnya manusia mengenal tuhan.
5. Mengetahui wajibnya manusia berbuat baik dan wajibnya ia mnjauhi perbuatan jahat untuk kebahagiannya di akhirat.
6. Membuat hukum-hukum mengnai kwajiban-kwajiban itu.
2.4       Kekuatan wahyu
1. Wahyu lebih condong melalui dua mukjizat yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.
2. Membuat suatu keyakinan pada diri manusia
3. Untuk memberi keyakinan yang penuh pada hati tentang adanya alam ghaib.
4. Wahyu turun melalui para ucapan nabi-nabi.
2.5       Akal dan Wahyu Menurut Beberapa Aliran
Perdebatan antara aliran berkisar pada empat permasalahan pokok yaitu :
1.   Tuhan
2.   Kewajiban mengetahui Tuhan
3.   Mengetahui baik buruk
4.   Kewajiban mengerjakan baik buruk
Masalah akal dan wahyu dalam pemikiran kalam dibicarakan dalam konteks, yang manakah diantara kedua akal dan wahyu itu yang menjadi sumber pengetahuan manusia tentang tuhan, tentang kewajiban manusia berterima kasih kepada tuhan, tentang apa yang baik dan yang buruk, serta tentang kewajiban menjalankan yang baik dan menghindari yang buruk.
1.    Mu’tazilah
1.    Akal dapat mengungkap segala ilmu pengetahuan
2.    Akal dapat mengetahui kewajiban
3.    Berterima kasih kepada Tuhan sebelum turunnya wahyu
4.    Baik dan jahat diketahui oleh akal
5.    Sebelum turunnya wahyu mengerjakan yang baik dan menjauhkan yang jahat wajib
Aliran Mu’tazilah sebagai penganut pemikiran kalam tradisional, berpendapat bahwa akal mmpunyai kemampuan mengetahui empat konsep tersebut. Sementara itu aliran Maturidiyah Samarkand yang juga termasuk pemikiran kalam tradisional, mengatakan juga kecuali kewajiban menjalankan yang baik dan yang buruk akan mempunyai kemampuan mengetahui ketiga hal tersebut.

2.    Asy’ariah
1.        Kewajiban manusia melalui wahyu
2.        Akal dapat mengetahui Tuhan tetapi wahyu yang mewajibkan mengetahui Tuhan
3.        Akal tidak dapat menentukan mengerjakan yang wajib dan mengerjakan yang  jahat
4.        Akal dapat mengetahui yang baik dan yang buruk
5.        Sebelum turunnya wahyu tidak ada kewajiban dan larangan
Sebaliknya aliran Asy’ariyah, sebagai penganut pemikiran kalam tradisional juga berpendapat bahwa akal hanya mampu mengetahui tuhan sedangkan tiga hal lainnya, yakni kewajiban berterima kasih kepada tuhan, baik dan buruk serta kewajiban melaksanakan yang baik dan menghindari yang jahat diketahui manusia berdasarkan wahyu. Sementara itu aliran maturidiah Bukhara yang juga digolongkan kedalam pemikiran kalam tradisional berpendapat bahwa dua dari keempat hal tersebut yakni mengetahui tuhan dan mengetahui yang baik dan buruk dapat diketahui dngan akal, sedangkan dua hal lainnya yakni kewajiaban berterima kasih kepada tuhan serta kewajiban melaksanakan yang baik serta meninggalkan yang buruk hanya dapat diketahui dengan wahyu.
Adapun ayat-ayat yang dijadikan dalil oleh paham Maturidiyah Samarkand dan mu’tazilah, dan terlebih lagi untuk menguatkan pendapat mereka adalah surat as-sajdah, surat al-ghosiyah ayat 17 dan surat Al-a’rof ayat 185. Di samping itu, buku ushul fiqih berbicara tentang siapa yang menjadi hakim atau pembuat hukum sebelum bi’sah atau nabi diutus, menjelaskan bahwa Mu’tazilah berpendapat pembuat hukum adalah akal manusia sendiri . dan untuk memperkuat pendapat mereka dipergunakan dalil al-Qur’an surat Hud ayat 24.
Sementara itu aliran kalam tradisional mngambil beberapa ayat Al-qur’an sebagai dalil dalam rangka memperkuat pendapat yang mereka bawa . ayat-ayat tersebut adalah ayat 15 surat al-isro, ayat 134 surat Taha, ayat 164 surat An-Nisa dan ayat 18 surat Al-Mulk.
3.    Al-Maturidiah
       Maturidiah dibagi menjadi dua golongan Maturidiah Samarkand dan Maturidiah Buchara. Keduanya mempunyai pendapat yang berbeda mengenai akal dan wahyu.
       a. Menurut Maturidiah Samarkand
1.        Akal dapat mengetahui Tuhan
2.        Akal dapat kewajiban mengetahui Tuhan
3.        Akal mengetahui baik dan jahat
4.        Kewajiban mengerjakan yang baik dan menjauhi yang jahat hanya melalui wahyu
b. Menurut Maturidiah Buchoro
1.    Akal hanya dapat mengetahui Tuhan dan mengetahui baik dan buruk
2.    Kewajiban mengetahui Tuhan dan kewajiban mengerjakan yang baik dan menjauhi yang jahat melalui wahyu
4.    Al-Ghazali
1.        Akal tidak dapat membawa kewajiban-kewajiban. Kewajiban melalui wahyu
2.        Baik dan buruk hanya diketahui dengan wahyu
3.        Tuhan dapat diketahui dengan akal





BAB III
PENUTUP

3.1         Kesimpulan
Akal dan wahyu merupakan suatu yang sangat mendasar untuk manusia, dialah yang memberikan perbedaan manusia untuk mencapai derajat ketaqwaan kepada sang kholiq, akal pun harus dibina dengan ilmu-ilmu sehingga menghasilkan budi pekrti yang sangat mulia yang 


 DAFTAR PUSTAKA


Mat Jalil, Drs. M.Hum, Ilmu Kalam, CV Rafitama Production. Lampung. 2008

0 komentar:

Poskan Komentar