SELAMAT DATANG DI WEBSITE MY CREATION, SEMOGA BISA MEMBERIKAN INSPIRASI

Senin, 10 Oktober 2011

FILSAFAT PATRISTIK (tugas kelompok)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang

Kata filsafat sudah tidak asing bagi masyarakat di dunia, apalagi bagi para intlektual. Hal itu bisa terjadi karena filsafat merupakan suatu kajian yang pembahasannya tidak akan pernah selesai sampai kapanpun, sehingga para intelektual sangat tertarik untuk mengkaji dan mendalaminya.

Para pakar mangatakan bahwa filsafat adalah kajian ilmiah para intlektual semua kalangan, di
manapun dan kapanpun filsafat berada. Ketika menginjak di suatu agama, filsafat menjadi kajian utama agama tersebut dengan kajian yang berbeda dengan agama yang lain, dan ketika menginjak di suatu Negara atau wilayah, filsafat menjadi kajian utama pula dengan pandangan kajian yang berbeda pula dengan wilayah lain. Sehingga para pakar bersepakat untuk mengklasifikasikan filsafat yang terdiri dari filsafat barat, filsafat timur, filsafat yunani, filsafat amerika, filsafat Kristen (patristik), filsafat Islam, dan lain-lain. Namun dalam makalah ini, pemakalah akan membahas filsafat Kristen yang di kenal dengan sebutan Patristik.

1.2              Rumusan Masalah
Berdasarkan judul makalah di atas yaitu Filsafat Patristik, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1.      Apa Pengertian dan bagaimana Sejarah Patristik ?
2.      Dibagi menjadi berapakah Filsafat Patristik itu ?
3.      Siapa sajakah tokoh-tokoh dalam Fisafat Patristik ?

1.3              Tujuan

Di dalam penulisan makalah ini ada beberapa tujuan yang sengaja pemakalah tulis agar dapat diterima dan dipahami sesuai dengan yang diharapakan, di antaranya adalah :
1.      Mengetahui pengertian Filsafat Patristik dan sejarah Filsafat Patristik
2.      Mengetahui pembagian Filsafat Patristik
3.      Mengetahui tokoh-tokoh dalam filsafat Patristik


 BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian dan Sejarah Patristik
Dalam sejarah, pada awal abad masehi agama Kristen telah tumbuh dan berkembang dalam berbagai bentuk yang mengagumkan yang ditandai dengan kecanggihan intelektual Thomas Aquinas tentang eksistensi Allah, manusia dan lain-lain.
Sebelumnya, tampil orang-orang seperti Rasul Paulus, dan Rasul Yohanes yang menghadapkan kepercayaan Kristen dengan kepercayaan yang bukan Kristen pada waktu itu. Sejarah menunjukkan suatu pergumulan yang menentukan hidup, dan mati agama baru ini, dimana-mana agama Kristen ditentang, baik oleh penguasa maupun oleh pemikir pada saat itu, akan tetapi kemudian orang-orang atas (para pemikir) tersebut menjadi pengikut agama Kristen.
Timbulnya agama Kristen pada abad masehi menyebabkan filsafat menduduki tempat baru yakni :
1.      Hikmah hidup yang dikemukakan oleh filsafat.
2.      Hikmah hidup yang dikemukakan oleh agama Kristen.
Saling konfrontasi, konfrontasi sebenarnya telah tampak pada kitab suci Kristen sendiri dengan tampilya Rosul Paulus dan Yuhanes. Kristen ditentang oleh pengusa dan ahli pikir. Golongan pemeluk Kristen dibagi menjadi dua yaitu :
a.       Rakyat Jelata (Orang sederhana) masa ini tidak ada perbedaan secara falsafi.
b.      Ahli pikir (Golongan atas) mulai menentukan sikap teerhadap filsafat yunani.
Bangkitnya ahli pikir yang mempertahankan kepercayaan Kristen disebut Patristik. Istilah patristik berasal dari bahasa latin yaitu Pater yang berarti Bapak (para bapak gereja) zaman ini dimulai sampai dengan abad ke-8. Pemikir dalam menanggapi filsafat terpecah menjadi beberapa golongan :
1.      Menerima karena filsafat Yunani dipandang sebagai persiapan menuju Injil.
2.      Menolak filsafat Yunani, karena hasil pikiran manusia setelah ada wahyu tidak dipergunakan lagi.
3.      Melebur kepercayaan Kristen dengan filsafat Yunani.

2.2    Pembagian Filsafat Patristik
Filsafat patristik dibagai menjadi dua yaitu Patristik Timur dan Patristik Barat.
A.  Patristik Timur
     Pemikiran filsafat agama Kristen dimulai dari Apologit para pembela agama Kristen diantaranya Aristdes, Yustinus dan Tatianus. Para apologit dalam pembelaanya dari tuduhan-tuduhan non Kristen seperti Keristen munafik, pecundang, melakukan persetubuhan bebas, membenci sesama, tidak mau menyembah dewa dan sebagainya, Jawaban apologi adalah fitnah, sebab dalam kenyataannya orang Kristen menurut hukum Allah sehingga mereka tidak jatuh pada kesalahan-kesalahan seperti yang dilakukan oleh orang-orang besar Keristen, mereka tidak membuang bayi, mereka tidak melakukan persetubuhan berlebihan, bahkan mengasihi sesama.
     Agama Kristen tidak mau menyembah dewa tetapi Kristen percaya kepada Allah Yang Esa dan menyembahnya Kristen hanya ada satu Allah saja yang transenden yang secara hakiki berbeda dengan manusia. Para apologit memanfaatkan filsafat Yunani dalam pembelaanya seperti :
1.     Yustianus
     Agama Kristen bukan agama baru, Agama Kristen lebih tua dari filsafat Yunani, Nabi Musa telah menumbuhkan kedatangan Kristus, Musa hidup sebelum Plato, Plato menurunkan hikmahnya dari hikmah Musa, filsafat Yunani dipandang mengganggu hikmah dari kitab suci orang Yahudi.
     Keyakinan Kristus adalah Logos, Kristus telah membagi-bagikan logos kepada seluruh umat manusia, sehingga kepada yang bukan Kristen juga tertanam rasa kebenaran. Logos berkerja kepada semua orang baik intelektual maupun moral. Setiap orang yang mendapatkan bagian logos adalah orang Kristen, sekalipun tidak dibaktis seperti Sucrates Orang Yunani kurang mengerti akan pencerahan yang telah diberikan logos, sehingga menyimpang dari ajaran yang murni hal ini karena pengaruh Demon yang dikepalai Iblis sehingga bangsa Romawi banyak yang menghambat Kristen.
2.     Klemes
       Pangkal pemikirannya adalah iman, di samping iman ada hal yang lebih tinggi yaitu Gnosis. Iman berlaku bagi tiap-tiap orang Kristen. Genosis diperlukan bagi orang-orang kristen yang dapat berfikir mendalam untuk menerangi Iman. Seseorang yang telah memiliki Gnosis harus mematikan hawa nafsunya dan kembali kepada Allah dalam satu kasih yang telah dibersihkan dari hawa nafsu.
       Klemes mengandalkan Iman, tanpa Iman tiada Gnosis, Iman awal pengetahuan yang harus berkembang menjadi pengetahuan tetapi pengetahuan tidak mengadakan Iman. Gnosis bagi Klemes Ilmu Sejati, suatu pengetahuan yang pasti berdasarkan penguraian yang benar dan pasti. Orang yang dianggap punya Ilmu Pengetahuan (berhikmah) jika akalnya meneguhkan pengetahuan dengan uraian-uraian yang mempunyai bukti.
3.    Origenes
     Iman kurang berguna bagi orang yang sudah berpengetahuan, sebab iman diperlukan bagi orang yang sederhana yang tidak mengerti Kitab suci secara Rohani. Menurut Origenes Kitab suci mempunyai 3 macam arti :
a.    Harfiah / Somatis berlaku bagi orang sederhana.
b.    Etis / Psikis  diuraikan di dalam khutbah, diperuntukan bagi orang psikis
c.    Pneomatis / rohani diperuntukan bagi teolog dan filosuf.
     Allah adalah transenden, tidak bertubuh, esa tidak berubah, Allah pencipta segala sesuatu, baik bersifat rohani maupun badani, penciptaan Allah kekal abadi, sebelum dunia diciptakan Allah telah menciptakan dunia lain yang mendahului dunia tampak, setelah zaman dunia ini akan ada dunia yang baru.
     Allah menciptakan dengan perantaraan anak, sejak kekal anak diperankan bapak, sedangkan roh kudus keluar dari anak, anak Allah adalah logos, ide segala ide. Hubungan Allah bapak, anak roh kudus sebagai subordinasi artinya yang satu dibawah yang lain, yang satu lebih rendah dari pada yang lain.
     Roh diciptakan oleh Allah, tetapi roh tidak setia pada Allah sehingga dibelenggu didalam tubuh. Jagat raya yang tampak disebabkan oleh Dosa, semua bersifat bendawi akibat dosa, sekalipun demikian akibat tidak kesetiaan tadi, tidak semuanya sama melaikan bertingkat. Ada roh yang memiliki tubuh halus, ada roh yang memiliki tubuh kasar ada malaikat, ada manusia. Jiwa manusia dapat juga naik tingkat menjadi malaikat. Seluruh roh pada akhirnya akan kembali kepada Allah setelah mengalami banyak kelahiran dan akhirnya semua mahluk   baik yang jahat dan yang baik akan selamat.

4.     Gregorius Nazianze.
     Akal manusia dengan sendirinya dapat mengenal Allah dengan mempelajari hasil penciptaan Allah, manusia dengan akalnya dapat mengetahui bahwa Allah ada sekalipun zat dan hakekatnya tersembunyi bagi manusia. Mengetahui zat Allah manusia hanya dapat mengungkapkan secara negatif seperti bahwa Allah tidak berubah, Tidak dilahirkan, tanpa awal, tidak berubah, tidak binasa.
5.    Basilius
     Hanya Allah yang tampak awal, sedangkan dunia berawal awal dunia juga awal waktu, dunia dan waktu berhubungan secara timbal balik. Ketika Allah menciptakan dimulai juga waktu, akan tetapi perbuatan Allah dalam menciptakan tidak dikuasai oleh waktu, perbuatan menciptakan itu sendiri terjadi diluar waktu.
6.     Gregorius
     Iman dan pengetahuan mempunyai perbedaan, sumber dan isi Iman berbeda dengan sumber dan isi ilmu pengetahuan, kepastian tidak dapat dijelaskan dengan akal karena lebih tinggi dari kepastian akal. Pengetahuan dengan akal dapat dipakai untuk membaca Iman, untuk menjabarakan Iman. Akal dapat mengenal Allah dengan mempelajari hasil penciptaan tetapi pengetahuan tidak menyelamatkan. Orang diselamatkan hanya dengan Iman.

B.  Patristik Barat
     Bagi Patristik Timur, ada dua macam sikap terhadap filsafat yaitu :
     (1) Aliran yang menolak filsafat. (2) Aliran yang menerima filsafat. Dalam uraian selanjutnya akan dibicarakan hal-hal yang penting saja.
1.     Tertullianus
     Ajarannya materialism. Akal manusia dapat menemukan adanya Allah dan menemukan sifat jiwa yang tidak dapat mati. Baik Allah maupun jiwa bertubuh, sekalipun berbeda dengan tubuh jasmani. Allah adalah suatu zat yang halus, jiwa terdiri dari zat yang halus yang bertubuh yang tembus sinar sama seperti uap.
     Jiwa tidak setiap kali diciptakan Allah, tetapi pembentukan diteruskan oleh para orang tua kepada anak-anak mereka. Jiwa berasal dari seperma sang Ayah, sehingga setiap jiwa adalah suatu ranting dari Adam, jiwa selalu mendapat dosa warisan dari Adam.
2.     Aurelius Agustinus
     Ia menentang sikap aliran spektis, sikap spektis disebabkan karena adanya pertentangan batiniah. Barang siapa ragu-ragu sebenaranya ia berfikir dan barangsiapa berfikir ia ada, aku ragu-ragu maka aku berfikir dan aku berfikir maka akan berada. Pikiran dapat mencapai kebenaran dan kepastian berfikir ada batasnya, namun dengan berfikir orang dapat mencapai kebenaran yang tiada batasnya yang kekal abadi.
     Kita lebih dapat mengataka Allah itu bukan apa dari pada Allah itu apa, sebab Allah tidak dapat dimasukan kedalam kategoris yang dimiliki manusia, Allah adalah roh yang esa tidak bertubuh, tidak berubah, tidak berada dimana mana serta meliputi egala sesuatu. Manusia tidak dapat mengenal Allah secara sempurna.
3.     Dionision
          Allah adalah segala asala yang ada, yang keadaanya transenden secara mutlak sehingga tidak mungkin memikirkan tentang dia dengan cara yang benar dan memberikan kepadanya makna yang tepat, hal ini karena ia mengatasi segala yang ada, segala yang dapat dipikirkan orang. Segala sesuatu yang keluar dari Allah berusaha kembali kepada Allah, Didalam usaha kembali ini manusia mencoba sedikit memikirkan tentang Allah dan menyebutnya. Percobaan ini dapat dilakukan dengan tiga cara :
a.    Orang dapat secara positif menyebut segala hal yang baik, yang terdapat dalam jagat raya ini untuk Allah.
b.    Orang dapat menyangkal, bahwa segala yang baik, yang ada pada Allah berada dengan cara yang sama seperti adanya segala sesuatu didalam jagat raya ini.
c.    Orang dapat meneguhkan, bahwa segala kesempurnaan ada pada Allah, dengan cara yang tidak terhingga melebihi segala kesempurnaan makhluk. Usaha kembali kepada Allah melalui jalan pikiran ini menjadikan hidup penuh arti.
          Allah adalah terang, terangnya begitu gemilang, sehingga mata manusia menjadi terlalu lemah untuk mengamatinya, akibatnya terang itu menjadi kegelapan, sekalipun demikian manusia dapat menjadikan matanya bias menerima terang itu, sehingga manusia dapat mengenal Allah yaitu dengan jalan yang disebut di atas.
          Dionisios menekankan kehendak bebas manusia, ia menolak ajaran tentang kepindahan jiwa, dan penyamaan antar tubuh dan dosa. Tubuh pada dirinya bukanlah dosa, kejahatan ada dimana tiada kebaikan.

BAB III

PENUTUP

3.1         Ikhtisar
     Adanya dua hikmah yang berasal dari filsafat dan agama Kristen saling konfrontasi mengakibatkan ahli pikir Kristen yang mempertahankan kepercayaan Kristen disebut Patristik.
     Pemikiran filsafat dimulai dari apologi para pembela agama Kristen, Iman lebih dulu setelah itu cari pengetahuan untuk memperkuat Iman.

 DAFTAR PUSTAKA

-          Mat Jalil, Drs. M.Hum, Filsafat Umum, CV Rafitama Production. Lampung. 2008
-          http://sabdakhairuss.blogspot.com/ Fisafat Kristen, 2010.

0 komentar:

Poskan Komentar